Pemprov Maluku dan USAID SEA Kerjasama Perkuat Sumber Daya Perikanan dan Kelautan
USAID melalui Proyek Sustainable Ecosystems Advanced (USAID SEA) mendukung program prioritas pemerintah pusat dan daerah khususnya dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan untuk meningkatkan produksi ikan dan ketahanan pangan serta pembentukan kawasan konservasi perairan.
Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Maluku Kasrul Selang atas nama Pemerintah Provinsi Maluku memberikan apresiasi kepada pemerintah Amerika Serikat melalui USAID Indonesia, atas pelaksanaan proyek USAID SEA selama lima tahun yang dimulai sejak tahun 2016.
Baca Juga
Dengan dukungan dari proyek USAID SEA, jelas Sekda, Pemerintah Provinsi Maluku dan pemangku kepentingan terkait, berhasil menyelesaikan Rencana Zonasi Wilayah pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3-K) Provinsi Maluku pada tahun 2018, yang secara efektif mengidentifikasi dan menetapkan wilayah pemanfaatan seluas 2.093.933 ha perairan pesisir dan laut Provinsi Maluku.
Proyek USAID SEA juga, kata Sekda, telah mendukung pembentukan/perluasan lebih dari 270.000 ha kawasan konservasi perairan di pulau Koon, Seram Utara Barat, Kepualauan Lease, Ay-Rhun Banda, dan Buano; rencana pengelolaan ikan terumbu untuk Maluku mencakup 33.800 ha; tata kelola perikanan tuna, pendaftaran 518 kapal penangkap ikan skala kecil; penegakan hukum pesisir dan laut di seluruh Provinsi Maluku yang didukung oleh penguatan 11 kelompok pengawasan masyarakat (pokmaswas); serta pembentukan 24 kawasan kelola laut adat di Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat.
"Proyek USAID SEA akan segera berakhir, saya harapkan apa yang telah dicapai saat ini dapat dimanfaatkan dengan baik, dan dipergunakan untuk menyusun kebijakan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan di masa yang akan datang," harap Sekda.
Kendati proyek ini segera berakhir, Pemerintah Provinsi Maluku, masih berharap agar USAID dapat terus memberikan dukungan terhadap apa yang telah dicapai saat ini, mengingat proyek yang dilakukan selama kurun waktu 5 (lima) tahun ini, baru merupakan tahap awal implementasi, sehingga perlu adanya pendampingan untuk penyesuaian atau adaptasi atas apa yang telah diimplementasikan.
"Kami sangat berterima kasih atas proyek USAID SEA, yang telah memilih Provinsi Maluku sebagai salah satu dari 3 (tiga) provinsi di Indonesia Timur dalam program pengelolaan perikanan berkelanjutan, kawasan konservasi perairan, rencana tata ruang laut, serta penegakan hukum dalam penanggulangan perikanan yang merusak dan ilegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing. Dan kami (Pemerintah Provinsi Maluku) juga berharap agar proyek USAID SEA dapat dilanjutkan kembali untuk tahapan 5 (lima) tahun berikutnya," harap Sekda.
Sementara itu, Acting Director Kantor Lingkungan Hidup USAID Indonesia, Jason Seuc, yang diwakili oleh James Halperin menyampaikan penghargaan kepada para mitra dan pemerintah daerah Provinsi Maluku, khususnya DKP Provinsi Maluku yang telah mengupayakan pengarusutamaan proyek ini dan memberikan akses dan kolaborasi pengelolaan Perikanan berkelanjutan selama masa pelaksanaan proyek.
Jason mengucapkan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan seluruh mitra yang terlibat di dalam kerjasama proyek tersebut, dengan komitmen yang tinggi, bersama-sama telah mendorong pengelolaan sumber daya laut dan perikanan secara berkelanjutan.
“Pemerintah Amerika Serikat, melalui USAID, bangga dengan hasil capaian dari hasil kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Maluku dengan melihat hasil kerja sama kami dengan Pemerintah Provinsi di Maluku,” tandas dia.
Pada kesempatan itu, USAID SEA juga menyerahkan plakat kepada Pemerinta Provinsi Maluku sebagai apresiasi atas kerjasama dalam mendukung Proyek USAID SEA, yang diserahkan oleh Director USAID SEA Project Asril Djunaedi kepada Sekda Maluku Kasrul Selang. (HumasMaluku)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.