Coelacanth Sang Ikan Fosil yang Bisa Hidup 100 Tahun, Hamil Selama 5 Tahun
pada tanggal
20 Juni 2021
WASHINGTON, LELEMUKU.COM - Sebuah studi baru mendapati seekor ikan aneh raksasa yang masih hidup sejak zaman dinosaurus dapat hidup selama 100 tahun.
Baca Juga
Coelacanth, yang telah ada selama 400 juta tahun, dianggap punah sampai mereka ditemukan hidup-hidup pada 1938 di lepas pantai Afrika Selatan. Para ilmuwan lama percaya bahwa coelacanth hidup sekitar 20 tahun. Namun, menurut sebuah penelitian, dengan menerapkan teknik standar untuk penanggalan ikan komersial, para ilmuwan Perancis menghitung bahwa mereka sebenarnya bisa hidup hampir satu abad.
Hasil penelitian itu diterbitkan dijurnal “Current Biology” pada Kamis (17/6/2021).
Di masa lalu, para ilmuwan menghitung usia ikan dengan menghitung garis-garis besar pada sisik coelacanth tertentu. Namun, para ilmuwan Prancis menemukan bahwa mereka luput menghitung garis-faris yang lebih kecil yang hanya bisa dilihat menggunakan cahaya terpolarisasi – teknik yang digunakan untuk mengetahui usia ikan komersial.
Rekan penulis studi itu, Bruno Ernande, ahli ekologi evolusi kelautan di lembaga penelitian kelautan Prancis, mengatakan cahaya terpolarisasi mengungkapkan lima garis kecil untuk setiap garis besar. Para peneliti menyimpulkan garis yang lebih kecil berkorelasi lebih akurat dengan satu tahun usia coelacanth. Hal itu menunjukkan spesimen tertua mereka berusia 84 tahun.
Dengan menggunakan teknik tersebut, para ilmuwan mempelajari dua embrio dan menghitung yang terbesar berusia lima tahun dan yang termuda berusia sembilan tahun. Jadi, kata Ernande, mereka memperkirakan kehamilan berlangsung setidaknya lima tahun pada coelacanth, yang memiliki kelahiran hidup.
Harold Walker, dari Scripps Institution of Oceanography, yang tidak berpartisipasi dalam penelitian itu mengatakan, kehamilan lima tahun itu "sangat aneh" untuk ikan atau hewan apa pun.
Meskipun coelacanth tidak berhubungan secara genetik dan menunjukkan perbedaan evolusi yang luas, mereka menua dengan lambat layaknya penghuni laut dalam lainnya, seperti hiu dan pari, kata Ernande.
“Mereka mungkin telah mengembangkan sejarah kehidupan yang serupa karena mereka berbagi habitat dengan tipe yang sama,” katanya. (VOA)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.