Lo Kheng Hong Sebut Taruh Uang di Bank Membuat Miskin Secara Perlahan
pada tanggal
31 Juli 2021
JAKARTA, LELEMUKU.COM – Investor kawakan, Lo Kheng Hong, mengemukakan alasan tidak pernah menginvestasikan uangnya di bank untuk jangka panjang. Padahal, dia bekerja di sektor perbankan lebih dari 17 tahun.
Baca Juga
Alih-alih menanam uang di bank, dia pun memilih untuk berinvestasi di tempat lain. Namun, untuk menentukan investasi, ada berbagai pertimbangan. Lo mengaku tidak memilih obligasi karena imbal hasilnya tak terlalu besar.
Dia juga memutuskan tak membeli emas karena dinilai bukan merupakan investasi yang produktif. Ketimbang obligasi dan emas, Lo pun memilih pasar modal. Di Indonesia, Bursa Efek Indonesia atau BEI, ucap dia, telah terbukti menawarkan imbal hasil tertinggi di antara bursa utama dunia bagi investor jangka panjang.
“Dengan (investasi di) bursa, orang dengan kemampuan kecil bisa merasakan punya perusahaan besar,” katanya.
Di sisi lain, investor saham umumnya selalu mengharapkan hal-hal baik. Musababnya, bila hal buruk terjadi, hal itu akan berpengaruh terhadap laju indeks harga saham atau IHSG. Lo mencontohkan pandemi Covid-19 yang sempat menghantam indeks dari level 6.000 ke 5.000.
Situasi ini berkebalikan dengan orang yang menyimpan uangnya dalam bentuk dolar. “Orang yang memegang dolar biasanya mengharapkan yang buruk yang terjadi. Kalau situasi buruh, rupiah melemah, dolar menguat, dia untung. Beda dengan. Dia selalu mengharapkan hal baik,” kata Lo Kheng Ho. (Francisca Christy Rosana| Tempo)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.