Investor Global Tetapkan 2 Target ke Perusahaan Minyak Guna Atasi Perubahan Iklim
pada tanggal
16 September 2021
WASHINGTON, LELEMUKU.COM - Para investor yang mengelola dana lebih dari $10 triliun pada Rabu (15/9) menerbitkan cetak biru ambisius untuk perusahaan energi dalam upaya mengatasi perubahan iklim. Upaya tersebut antara lain dengan memangkas emisi gas rumah kaca dan produksi minyak dan gas secara signifikan.
Baca Juga
Pada saat yang sama, manajer portofolio dan bank juga mendapatkan tekanan untuk memastikan bahwa investasi mereka selaras dengan kesepakatan Paris 2015. Kesepakatan tersebut membatasi pemanasan global tidak lebih dari 2 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri.
Pembicaraan iklim global yang akan berlangsung pada November menimbulkan kekhawatiran akan banyaknya rencana yang tidak jelas dan tidak mungkin memberikan bantuan material dengan mengurangi emisi absolut pada tingkat yang diperlukan untuk membatasi pemanasan global.
Mengingat industri bahan bakar fosil bertanggung jawab atas bagian terbesar dari emisi global, kelompok investor itu mengatakan akan menerapkan seperangkat standar minimum untuk memastikan rencana perusahaan energi tersebut "kredibel."
Di antaranya adalah persyaratan untuk mencapai emisi nol karbon bersih pada 2050, memenuhi target pengurangan emisi di sepanjang jalan sambil menyelaraskan pengeluaran modal dan rencana produksi dengan target nol bersih.
Shell, perusahaan Italia Eni dan Equinor dari Norwegia telah menetapkan target untuk menjadi nol emisi bersih pada 2050, yang berarti bahwa setiap emisi yang mereka hasilkan akan diimbangi oleh teknologi penangkapan karbon atau solusi lain, seperti reboisasi.
Perusahaan lain, termasuk BP dan TotalEnergies, bertujuan untuk mengurangi emisi dari sebagian operasi mereka menjadi nol bersih pada 2025.
Kelompok investor di balik rencana baru mengakui bahwa penghentian produksi minyak dan gas "bisa menjadi strategi yang sangat masuk akal," kata Adam Matthews, kepala investasi yang bertanggung jawab di Dewan Pensiun Gereja Inggris dan memimpin proses perusahaan-investor untuk mengembangkan inisiatif baru.
Meskipun belum menetapkan tenggat waktu bagi perusahaan untuk mematuhi standar, investor bersedia memberikan suara menentang rencana transisi dan penunjukan direktur tertentu jika mereka merasa dewan komisaris perusahaan tidak cukup, kata Matthews.
Kelompok investor mengatakan standar baru ini akan diujicobakan oleh perusahaan energi terkemuka termasuk BP, Shell, Eni, Repsol dan TotalEnergies menjelang adopsi yang lebih luas pada sektor tersebut. (VOA/reuters)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com selain "" di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.